Senin, 09 April 2012

Kelompok 3- LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN DAN PELAKSANAAN EVALUASI PEMBELAJRAN



MAKALAH EVALUASI PEMBELAJARAN

LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN DAN PELAKSANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN


Ditujukan untuk memenuhi tugas kelompok
Mata kuliah: Evaluasi Pembelajaran
Dosen: Naeila Rifatil Muna,






IAIN





Disusun oleh:

KELOMPOK 3
PBI-A
Faisol - 59430502
Tia Septiani - 59430518
Zakiah Halim - 59430524



INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI CIREBON
Jalan Perjuangan By Pass Sunyaragi Cirebon




BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang

Sesudah atau dalam melaksanakan suatu kegiatan perlu diadakan evaluasi agar dapat diketahui, berhasil atau tidaknya kegiatan yang dilakukan tersebut. Demikian halnya dalam pendidikan, evaluasi merupakan bagian yang sangat penting yang harus dilaksanakan oleh guru. Agar seorang guru dapat mengetahui apakah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan telah berhasi atau tidak. Evaluasi hasil belajar dapat dikatakan terlaksana degan baik apabila dalam pelaksanaannya senantiasa berpegang pada tiga prinsip dasar: (1) Prinsip keseluruhan, (2) Prinsip kesinambungan, dan (3) prinsip objektivitas.[1]

Dalam artian prinsip keseluruhan evaluasi hasil belajar harus dapat mencakup berbagai aspek yang dapat menggambarkan perkembangan atau perubahan tingkahlaku yang terjadi pada diri peserta didik sebagai makhluk hidip. Dalam hubungan ini evaluasi hasil belajar disamping dapat mengungkap aspek proses berpikir (kognitif domain) jugadapat mengungkap aspek kejiwaan launnya yaitu aspek nilai atau sikap (afektif domain) dan aspek keterampilan (psikomotor domain) yang melekat pada diri masing-masing individu peserta didik. Oleh sebab itu seorang pendidik sebelum melaksanakan kegiatan evaluasi, perlu membuat langkah-langkah penyusunan evaluasi dan cara pelaksanaannya.

1.2  Rumusan Masalah

1.   Bagaimanakah cara untuk menyusun evaluasi pembelajaran?
2.   Bagaimanakan pelaksanaan evaluasi pembelajaran?

1.3  Tujuan Penulisan

1.   Mengetahui cara-cara dalam penyusunan evaluasi pembelajaran.
2.   Memahami cara pelaksanaan evaluasi pembelajaran.
  

BAB II
PEMBAHASAN


2.1 Langkah-langkah Penyusunan Evaluasi Pembelajaran

Secara umum, proses pengembangan penyajian dan pemanfaatan evaluasi belajar dapat digambarkan dalam langkah-langkah berikut :

1.     Penentuan Tujuan Evaluasi
Dalam melakukan pengajaran, seorang guru mempunyai tujuan tertentu, tujuan itu dapat berupa tujuan evaluasi misalnya untuk mengetahui penguasaan peserta didik dalam kompetensi /subkompetensi tertentu setelah mengikuti proses - proses pembelajaran. Dapat pula evaluasi tersebut yang bertujuan untuk mengetahui kesulitan belajar peserta didik (diagnostic tes). Tujuan evaluasi tersebut harus jelas sehingga dapat memberikan arah dan lingkup pengembangan evaluasi selanjutnya.

Merumuskan tujuan dilaksanakannya evaluasi. Perumusan tujuan evaluasi hasil belajar itu penting sekali, sebab tanpa tujuan yang jelas maka evaluasi hasil belajar akan berjalan tanpa arah dan pada gilirannya dapat mengakibatkan evaluasi menjadi kehilangan arti dan fungsinya.[2]

2.     Penyusunan Kisi-Kisi Soal
Kisi - kisi soal dikenal pula dengan nama test blue-print atau table of specification. Pada intinya, kisi-kisi ini diperlukan sebelum seseorang menyusun suatu tes kisi-kisi adalah suatu deskripsi mengenai ruang lingkup dan isi apa yang diujikan, serta memberikan perincian mengenai soal-soal yang diperlukan dalam mengevaluasi.

Penulisan soal merupakan salah satu langkah penting untuk dapat menghasilkan alat ukur tes yang baik. Penulisan soal adalah penulisan indikator jenis dan tingkat perilaku yang hendak diukur menjadi pertanyaan-pertanyaan yang karakteristiknya sesuai dengan perinciannya dalam kisi-kisi.

Dengan demikian setiap pernyataan atau butir-butir soal perlu dibuat sedemikian rupa sehingga jelas pula jawaban apa yang dituntut. Mutu setiap butir soal akan menentukan mutu tes secara keseluruhan.




Setelah diketahui ruang lingkup pelajaran yang akan dinilai dan evaluasi , disusunlah bagan perincian, yaitu suatu bagan yang merupakan pedoman dalam penyusunan alat evaluasi selanjutnya.

Dalam penyususunan bagan perincian perlu perhatikan hal-hal berikut ini.
(1)   Pokok bahasan bidang studi / subbidang studi /mata pelajaran yang akan dinilai.
(2) Taraf-taraf penguasaan aspek-aspek yang akan diukur kognitif (ingatan/recall, pemahaman /comprehension,penerapan /application),afektif dan psikomotor.
(3) Jumlah item yang akan disusun beserta alat evaluasi yang akan dipenuhi.
(4)  Jumlah item setiap aspek dari setiap pokok bahasan.besarnya ditentukan oleh guru berdasarkan tingkat penguasaan/ aspek-aspek yang akan dinilai.
(5)   Jumlah waktu yang diperlukan untuk mengerjakan tes tersebut.[3]

3.     Telaah atau “Review dan Revisi” Soal
Langkah ini merupakan hal penting untuk diperhatikan, karena seringkali kekurangan yang terdapat pada suatu soal tidak terlihat oleh penulis soal. Review dan Revisi soal ini idealnya dilakukan oleh orang lain yang berkompeten (bukan si penulis soal) dan terdiri dari suatu tim penelaah yang terdiri dari ahli-ahli bidang studi,pengukuran dan bahasa.

Setelah selesai menyusun soal, selanjutnya harus menelaah soal-soal yang telah dibuat. Dengan menelaah soal, berarti sudah menganalisis soal tersebut secara kualitatif . Telaah soal meliputi hal-hal berikut : materi, konstruksi ,dan bahasa.[4]

4.     Uji Coba (Try Out)
Uji coba soal pada prinsipnya adalah upaya untuk mendapatkan informasi empiris mengenai sejauh mana sebuah soal dapat mengukur apa yang hendak diukur. Informasi empiris tersebut pada umumnya menyangkut segala hal yang dapat mempengaruhi validitas soal seperti tingkat kesukaran soal, pada jawaban,tingkat daya pembeda soal, pengaruh budaya ,bahasa yang dipergunakan, dan sebagainya.[5]

5.     Penyusunan Soal
Agar skor yang diperoleh dapat dipercaya,diperlukan banyak butir soal s ebab itu. Dalam penyajian butir-butir soal perlu disusun menjadi suatu alat ukur yang terpadu. Hal-hal yang dapat mempengaruhi validitas tes seperti urutan nomor soal, pengelompokan bentuk-bentuk soal, kalau dalam suatu perangkat tes terdapat lebih dari satu bentuk soal, tata “lay out” soal dan sebagainya haruslah diperhatikan dalam penyusunan soal menjadi sebuah tes.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan:[6]
1.     Peletakan soal dengan soal yang lainnya, jangan sampai membuat siswa menebak- nebak jawabannya.
2.     Perintah pengerjaan soal tertulis secara rinci, jelas, lengkap dan tidak mempersulit siswa.
3.     Lay out soal yang diliputi jenis huruf, spasi, ukuran kertas,dan sejenisnya harus disesuaikan dengan usia siswa.

6.     Penyajian Tes
Setelah tes tersusun, naskah (tes) siap diberikan atau disajikan kepada peserta didik. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyajian tes ini adalah waktu penyajian, petunjuk yang jelas mengenai cara menjawab atau mengerjakan tes, ruangan dan tempat duduk peserta didik. Pada prinsipnya, hal-hal yang menyangkut segi administrasi penyajian tes harus diperhatikan sehingga evaluasi dapat terselenggara dengan benar dan baik.

7.     Scoring
Scoring atau pemeriksaan terhadap lembar jawaban dan pemberian angka merupakan langkah untuk mendapatkan informasi kuantitatif dari masing-masing peserta didik. Pada prinsipnya, scoring ini harus diusahakan agar dapat dilakukan secara objektif. Artinya, apabila scoring dilakukan oleh dua orang atau lebih, yang sama tingkat kompetensinya, akan menghasilkan skor atau angka yang sama. Atau jika orang yang sama mengulangi proses pengskoran, akan dihasilkan skor yang sama.

8.     Pengolahan Hasil Tes
Setelah dilakukan scoring, hasilnya perlu dipilah dengan mencari konfirmasi nilai. Dalam proses konversi ini ada norma dan ada pula skala, yaitu norma relatif dan penilaian Acuan norma (PAP), dan norma mutlak dengan penilaian . Acuan patokan (PAP), masing-masingnya dengan skala 5 (A, B, C, D, E), skala 9 (1-9), skala 11 (1-11), skala 100, skala z score, skala T score,. Kemudian dilakukan prosedur statistik mencari ranking (rank order), mean, media.modus dan mode.[7]

9.     Pelaporan Hasil Tes
Setelah tes dilaksanakan dan dilakukan scoring, hasil pengetesan tersebut perlu dilaporkan. Laporan tersebut dapat diberikan kepada peserta didik yang bersangkutan. Kepada orang tua peserta didik , kepada kepala sekolah,dan sebagainya.
Laporan kepada masing-masing yang berkepentingan dengan hasil tes ini sangat penting karena dapat memberikan informasi yang sangat berguna dalam rangka penentuan kebijaksanaan selanjutnya.[8]
Pelaporan hasil penilaian tesebut harus diketahui oleh siswa yang melakukan penilaian, guru untuk mendapat umpan balik terhadap pembelajaran yang telah dilakukan, pihak sekolah untuk mengetahui mutu pembelajaran yang telah dilaksanakan guru-guru, dan juga orang tua sebagai stake holder dari jasa yang ditawarkan sekelah dalam menyelenggarakan pendidikan.[9]

10.  Pemanfaatan Hasil Tes
Hasil pengukuran yang diperoleh melalui ujian sangat berguna sesuai dengan tujuan ujian. Informasi atau data hasil pengukuran dapat dimanfaatkan untuk perbaikan atau penyempurnaan system , proses atau kegiatan belajar mengajar, maupun sebagai data untuk mengambil keputusan atau menentukan kebijakan.[10]
2.2 Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran

Evaluasi merupakan bagian integral dari pendidikan atau pengajaran sehingga perencanaan atau penyususunan, pelaksanaan dan pendayagunaannya pun tidak dapat dipisahkan dari keseluruhan program pendidikan atau pengajaran.
Praktek pelaksanaan  evaluasi pembelajaran dapat diselenggarakan dengan cara :
1.      Tes tertulis
2.      Tes lisan
3.      Tes perbuatan

Hasil dari evaluasi yang diperoleh selanjutnya dapat digunakan untuk memperbaiki cara belajar siswa (fungsi formatif). Agar evaluasi dapat dilaksanakan tepat pada waktu yang diharapkan dan hasilnya tepat guna dan tepat arah, perlu mengikuti langkah-langkah berikut ini :
1.     Menyusun rencana evaluasi
Perencanaan evaluasi itu umumnya mencakup :

(a) Merumuskan tujuan dilaksanakannya evaluasi. Hal ini disebabkan evaluasi tanpa tujuan maka akan berjalan tanpa arah dan mengakibatkan evaluasi menjadi kehilangan arti dan fungsinya .

(b) Menetapkan aspek-aspek yang akan dievaluasi, misalnya aspek kognitif, afektif atau psikomotorik.

(c) Memilih dan menentukan teknik yang akan dipergunakan di dalam pelaksanaan evaluasi misalnya apakah menggunakan teknik tes atau non tes.

(d) Menyusun alat-alat pengukur yang dipergunakan dalam pengukuran dan penilaian hasil belajar peserta didik, seperti butir-butir soal non tes.

(e) Menentukan tolak ukur, norma atau kriteria yang akan dijadikan pegangan atau patokan dalam memberikan interpretasi terhadap data hasil evaluasi.

2.     Menghimpun data
Dalam evaluasi pembelajaran, wujud nyata dari kegiatan menghimpun data adalah melaksanakan pengukuran, misalnya dengan menyelenggarakan tes pembelajaran.

3.     Melakukan verifikasi data
Verifikasi data dimaksudkan untuk memisahkan data yang baik (yang dapat memperjelas gambaran yang akan diperoleh mengenai diri individu atau sekelompok individu yang sedang dievaluasi dari data yang kurang baik (yang akan mengaburkan gambaran yang akan diperoleh apa bila data itu diikut serta diolah).

4.     Mengolah dan menganalisis data
Mengolah dan menganalisis hasil evaluasi dilakukan dengan memberikan makna terhadap data yang telah berhasil dihimpun dalam kegiatan evaluasi.

5.     Memberikan interpretasi dan menarik kesimpulan
Interpretasi terhadap data hasil evaluasi belajar pada hakikatnya adalah merupakan varbalisasi dari makna yang terkadung dalam data yang telah mengalami pengolahan dan penganalisaan.

6.     Tindak lanjut hasil evaluasi 
Bertitik tolak dari data hasil evaluasi yang telah disusun, diatur, diolah, dianalisis dan disimpulkan sehingga dapat diketahui apa makna yang terkandung didalamnya, maka pada akhirnya evaluasi akan dapat mengambil keputusan atau merupakan kebijakan-kebijakan yang akan dipandang perlu.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Evaluasi merupakan alat pengukuran ketercapaian program pendidikan, Oleh sebab itu seorang pendidik sebelum melakukan kegiatan evaluasi terlebih dahulu menyusun langkah-langkah yang akan digunakan dalam kegiatan evaluasi. Langkah-langkah yang telah disusun harus dapat dilaksanakan dalam kegiatan evaluasi. Diantaranya:
1.     Penentuan Tujuan Evaluasi
2.     Penyusunan Kisi-Kisi Soal
3.     Telaah atau “Review dan Revisi” Soal
4.     Uji Coba (Try Out)
5.     Penyusunan Soal
6.     Penyajian Tes
7.     Scorsing
8.     Pengolahan Hasil Tes
9.     Pelaporan Hasil Tes
10.  Pemanfaatan Hasil Tes


DAFTAR PUSTAKA


Sidijono, Anas, Pengantar Evaluasi Pendidikan, PT. RajaGrafindo Persada: Jakarta, 1995

Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, Kalam Mulia : Jakarta, 2008 

Slameto, Evaluasi Pendidikan, Bumi Aksara: Jakarta, 1999

Nurfiati, Imas Eva, Penilaian Berbasis Kelas: Pedoman Guru dalam Penggunaan Kurikulum Berbasis Kompetensi(Kurikulum 2004), Kreasi Media Utama, 2004

Purwanto, Muhammad Ngalim, Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran, Rosda, 2009

Arikunto, Suharsimi, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, Bumi Aksara: Jakarta, 2009

Daryanto, Evaluasi Pendidikan, Rineka Cipta,2008




[1] Anas Sidijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan, (PT. RajaGrafindo Persada: Jakarta, 1995)
[2] Anas Sidijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan, (PT. RajaGrafindo Persada: Jakarta, 1995), Hal. 59
[3] Slameto, Evaluasi Pendidikan, (Bumi Aksara: Jakarta, 1999), hal. 48.
[4] Imas Eva Nurfiati, Penilaian Berbasis Kelas: Pedoman guru dalam Penggunaan kurukulum Berbasis Kompetensi(Kurukulum 2004), (Kreasi Media Utama, 2004), hlm. 90.

[5] Ramayulis, op. Cit, hlm. 233
[6] Imas Eva Nurfiati, op. cit, hlm. 91
[7] Ramayulis, op. cit, hlm. 233
[8] Ibit., hlm. 234
[9] Imas Eva Nurfiati, op. cit, hlm. 92
[10] Ramayulis, op. cit, hlm. 234

# slide Power Point kelompok 3 bisa dilihat di:
http://www.4shared.com/file/7k2VsgMq/The_3rd_Group.html?
atau
http://www.slideshare.net/TiaSeptiani/the-3rd-group

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar