Senin, 23 April 2012

Kelompok 6- KONVERSI NILAI I (NORMA, ABSOLUT, DAN KOMBINASI)


KONVERSI NILAI I (NORMA, ABSOLUT, DAN KOMBINASI)

Diajukan dalam rangka memenuhi tugas kelompok Evaluasi Pembelajaran

Dosen : Naeila Rifatil Muna, S.Psi. M.Pd




Disusun Oleh :
Dea Secilia (59430498)
Mariah Al Qibtiyah (59430508)
Nia Kurniasih (59430512)
PBI-A/ Semester 6



INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI
CIREBON
2012



BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Secara harfiah kata evaluasi berasal dari bahasa Inggris evaluation; dalam bahasa Arab; al-taqdir; dalam bahasa Indonesia berarti; penilaian. Akar katanya adalah value; dalam bahasa Arab; al-qimah; dalam bahasa Indonesia berarti; nilai.
Edwind Wandt dan Gerald W. Brown (1977): evaluation refer to the act or process to determining the value of something. Menurut definisi ini, maka istilah evaluasi itu menunjuk kepada atau mengandung pengertian: suatu tindakan atau suatu proses untuk menetukan nilai dari sesuatu.
Dalam melakukan evaluasi pendidikan, diperlukan satu keahlian khusus agar terlaksananya proses evaluasi yang baik dan benar, serta menghasilkan informasi yang akurat tentang hasil belajar peserta didik.Evaluasi merupakan tahap akhir dari proses pembelajaran. Diharapkan setelah dilakukan evaluasi dapat menjadi tolak ukur sampai seberapa besar hasil yang telah dicapai dari pembelajaran yang telah dilaksanakan. Dari sini guru akan tahu apa yang akan dilakukan pada proses pembelajaran selanjutnya agar dapat melaksanakan pembelajaran yang lebih bermutu, sehingga mendapatkan hasil yang lebih baik pada pembelajaran selanjutnya.
Evaluasi tidak harus dilakukan pada akhir dari seluruh pelajaran, seperti akhir semester. Evaluasi juga dapat dilakukan saat proses pembelajaran. Seperti mengevaluasi kemampuan siswa melalui keaktifan siswa saat berdiskusi. Selain itu dapat pula dilakukan evaluasi saat akhir pelajaran melalui tanya jawab tentang materi yang baru dipelajari.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan keterangan diatas maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
1.       Apa definisi dari Konversi Nilai I (norma, absolut dan kombinasi)?
2.       Bagaimana cara mengkonversi nilai norma kelompok skala 5 dan skala 11


C.      Tujuan
1.     Untuk mengetahui  konversi nilai I dalam bentuk norma relatif, absolut dan kombinasi.
2.     Untuk mengetahui cara mengkonversi nilai I dalam bentuk norma relatif kelompok (PAN skala 5 dan skala 11 )



BAB II
PEMBAHASAN

A.  Pengertian Konversi Nilai I (Norma, Absolut dan Kombinasi)
Konversi adalah  adalah kegiatan mengubah atau mengolah skor mentah menjadi huruf. Jika tidak ada kegiatan konversi ini, maka nilai tidak bisa dinterpretasikan. Konversi nilai dapat dilakukan dengan menggunakan Mean dan SD atau dikenal juga dengan batas lulus Mean (Mean = SD). Cara yang kedua adalah dengan Mean Ideal dan SD Ideal atau Remmers.
Untuk cara pertama, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencari nilai Mean dan SD, kemudian menentukan besarnya SUD (Skala Unit Deviasi), dan langkah terakhir adalah menentukan batas atas dan batas bawah.

1.       Konversi Nilai dalam Bentuk Norma Relatif
Konversi nilai dalam bentuk norma relatif merupakan bagian dari Penilaian Acuan Norma (PAN). Penilaian Acuan Norma (PAN) adalah penilaian yang dilakukan dengan mengacu pada norma kelompok; nilai-nilai yang diperoleh siswa diperbandingkan dengan nilai-nilai siswa yang lain yang termasuk di dalam kelompok itu (Ngalim Purwanto: 2010).
Norma dalam hal ini mengacu pada kapasitas atau prestasi kelompok, dan kelompok disini adalah semua siswa yang mengikuti tes tersebut.
                                                                                           
2.       Konversi Nilai dalam Bentuk Absolut
             Penentuan nilai hasil tes belajar dengan menggunakan Penilaian Acuan Patokan (PAP), mengandung arti bahwa nilai yang akan diberikan kepada testee itu harus didasarkan pada standar mutlak (standard absolut) artinya, pemberian nilai kepada testee itu dilaksanakan dengan jalan membandingkan antara skor mentah hasil tes yang dimiliki oleh masing-masing individu testee, dengan skor maksimum ideal (SMI) yang mungkin dapat dicapai oleh testee, kalau saja seluruh soal tes dapat dijawab dengan betul.
Karena itu maka pada penentuan nilai yang mengacu kepada kriterium atau patokan ini, tinggi rendahnya atau besar kecilnya nilai yang diberikan kepada masing-masing individu testee, mutlak ditentukan oleh besar kecil atau tinggi rendahnya skor yang dapat capai oleh masing-masing testee yang bersangkutan. Itulah sebabnya mengapa penentuan nilai dengan mengacu pada kriterium sering disebut sebagai: penentuan nilai secara mutlak (absolute), atau penentuan nilai secara individual.

3.   Konversi Nilai dalam Bentuk Kombinasi
Dalam menentukan nilai dengan menggunakan konversi nilai kombinasi berarti  kita menggabungkan antara PAP (penilaian acuan patokan) dan PAN (penilaian acuan norma).
Dalam mengkonversi nilai dengan menggunakan metode kombinasi antara PAP dan PAN, hal pertama yang kita lakukan adalah membandingkan terlebih dahuluantara jumlah siswa yang mencapai nilai A, B, C, D, dan E pada penentuan nilai yang menggunakan standar mutlak(PAP : Penilaian Acuan Patokan) dengan penentuan nilai yang menggunakan standar relatif (PAN : Penilaian Acuan Norma).
            Dengan mengkombinasikan PAP dan PAN, maka kita akan bisa melihat lebih jelas kelemahan dan kelebihan dari dua pendekatan tersebut. Sehingga, hasil penilaian akan lebih sempurna.

B.  Cara Mengkonversi Nilai Norma Kelompok skala 5 dan skala 11
Contoh:Seorang guru  Bahasa Indonesia membina 80 orang peserta didik, ia berencana mengolah dengan PAN skor akhir Bahasa Indonesia menjadi nilai standar. Skornya seperti pada tabel berikut:

79 49 48 74 81 98 87 8080 84 90 70 91 93 82 78
70 71 92 38 56 81 74 7368 72 65 51 65 93 83 86
90 35 83 73 74 43 86 8892 93 76 71 90 72 67 75
80 91 61 72 97 91 88 8170 74 99 95 80 59 71 77
63 60 83 82 60 67 89 6376 63 88 70 66 88 79 75

Dalam mengkonversi nilai acuan norma kelompok,  ada beberapa langkah yang harus dilakukan terlebih dahulu. Sebagai berikut :
Menghitung   dan s
a.      Menentukan rentang
Rentang (r) = data terbesar – data terkecil
                  = 99 – 35 = 64
b.     Menentukan banyak kelas interval
Banyak kelas (k) = 1+ 3,3 . log n
                            = 1 + 3,3 . log 80
                            = 1 + 3,3 . 1, 9031
                            = 7,2802
Catatan : nilai “k” dibulatkan sehingga banyak kelas interval = 7
c.      Menentukan panjang kelas
Panjang kelas =
                       = 64
=9,14
Catatan : Khusus untuk panjang kelas pembulatan dapat tidak mengikuti rekuensi kelompok kaidah matematik, jadi kalau pembulatan ke atas (=10) atau ke bawah (=9). Alasan : supaya semua skor dapat masuk ke dalam setiap kelas interval.
d.     Membuat tabel distribusi frekuensi kelompok
Mula-mula menentukan ujung bawah kelas interval pertama. Ujung bawah kelas interval pertama=35 (diambil skor terkecil). Dengan banyak kelas interval 7 serta panjang kelas 9 dan 10 dapat disusun dua buah rencana kelas interval sebagai berikut :


Panjang kelas=9
Kelas interval
Frekuensi
35-43
44-52
53-61
62-70
71-79
80-88
89-97

Panjang kelas=10
Kelas interval
Frekuensi
35-44
45-54
55-64
65-74
75-84
85-94
95-104


Dengan panjang kelas=9 memiliki kelas interval terakhir 89-97, dengan demikian data berat badan lebih dari 97 tidak dapat masuk ke dalam kelas interval terakhir.
Dengan panjang kelas=10 memiliki kelas interval terakhir 95-104 dengan demikian semua data berat badan lebih dari 97 dapat masuk ke dalam kelas interval terakhir. Jadi sebaiknya menggunakan panjang kelas=10. Selanjutnya disusun tabel distribusi frekuensi kelompok seperti pada tabel di bawah ini :

Kelas Interval
Fi
35-44
45-54
55-64
65-74
75-84
85-94
95-104
3
3
8
22
20
20
4
Jumlah
80

e. menentukan  dan s
Kelas interval
fi
xi
fixi
fixi'
fixi' 2
35-44
45-54
55-64
65-74
75-84
85-94
95-104
3
3
8
22
20
20
4
39.5
49.5
59.5
69.5
79.5
89.5
99.5

118.5
148.5
476
1529
1590
1790
398
+3
+2
+1
0
-1
-2
-3
+9
+6
+8
0
-20
-40
-12
27
12
8
0
20
80
36
Jumlah
80
-
6050
0
-49
183

Berdasarkan tabel di atas ditentukan nilai  dan s
            Maka  =
             =
= 75,6 (dibulatkan 76)
 

Maka, s = i     
                 =10
                 = 10
                 = 13,82 (dibulatkan 14)

1.   Membuat dan mengkonversi nilai dengan  PAN skala 5
Menentukan batas nilai :
+ 1,5 s                                76 + 1,5 . 14 = 97                A
+ 0,5 s 76 + 0,5 . 14 = 83                    B
 + -0,5 s                                   76 -0,5 . 14  = 69                   C
 - 1,5 s           76 – 1,5 . 14 = 55                    D

Membuat pedoman konversi skala -5 :
    
Interval skor
Nilai
97 keatas
A
83-96
B
69-82
C
55-68
D
54 kebawah
E





Mengkonversi skor menjadi nilai skala-5:

Peserta kolom 1 nomor urut ...
Prestasi
Skor
Nilai
1
79
C
2
80
C
3
70
C
4
68
D
5
90
B
6
92
B
7
80
C
8
70
C
9
63
D
10
76
C

2.   Membuat dan mengkonversi nilai dengan PAN skala-11
Menentukan batas nilai:
                                                                        dibulatkan                                                                                           10
+ 2,25s =76 + 2,25 . 14         108
                                                            9
 +1,75s = 76 + 1,75 . 14       101
                                                            8
 + 1,25s = 76 + 1,25 . 14       94
                                                            7
 + 0,75s = 76 + 0,75 . 14       87
                                                            6
+ 0,25s = 76 + 0,25 . 14        80
                                                            5
- 0,25s = 76 - 0,25 . 14          73
                                                            4
- 0,75s = 76 – 0,75 . 14        66
                                                            3
- 1,25s = 76 – 1,25 . 14        59
                                                            2
- 1,75s = 76 - 1,75 . 14         52
                                                            1
- 2,25s = 76 + 2,25 . 14        45
                                                            0
Membuat pedoman konversi skala-11:
Interval skor
Nilai
108 keatas
10
101-107
9
94-100
8
87-93
7
80-86
6
73-79
5
66-72
4
59-65
3
52-58
2
45-51
1
44 kebawah
0

Mengkonversi skor menjadi nilai skala-11:
Peserta kolom 1 nomor urut ...
Prestasi
Skor
Nilai
1
79
5
2
80
6
3
70
4
4
68
4
5
90
7
6
92
8
7
80
6
8
70
4
9
63
3
10
76
5


BAB III
KESIMPULAN
Konversi adalah pengubahan atau pengolahan skor mentah hasil tes belajar menjadi nilai standar. Skor adalah hasil pekerjaan memberikan angka yang diperoleh dengan jalan menjumlahkan angka-angka bagi setiap butir item yang oleh testee telah dijawab dengan betul, dengan memperhitungkan bobot jawaban betulnya.
Nilai pada dasarnya adalah angka atau huruf yang melambangkan seberapa jauh atau seberapa besar kemampuan yang telah ditunjukkan oleh testee terhadap materi atau bahan yang diteskan, sesuai dengan tujuan instruksional khusus yang telah ditentukan.
Ada 3 cara dalam mengkonversi nilai tersebut, yaitu :
1) Konversi nilai absolut
2) Konversi nilai norma relatif
3) Konversi nilai kombinasi


REFERENSI
Sudjiono, Prof. Drs. Anas . Pengantar Evaluasi Pendidikan. 2006. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Purwanto, Ngalim. 2010. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi pengajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Suharsimi, Arikunto. 2008. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara.

Rofiek, Ainur. 2007. Assessment Pembelajaran_6 Pdf.












Tidak ada komentar:

Poskan Komentar